Skip to content


Pengenalan Huruf Hijaiah dan Nilai Al-Jumal-nya

Huruf dalam Bahasa Arab disebut Huruf Hijaiah. Asal usulnya berasal dari perkembangan sistem huruf di Mediterania Kuno yang dapat dilacak sudah dimulai sejak Peradaban Mesir muncul pada 2000 SM.

Setelah era peradaban Mesir Kuno memperkenalkan Hieroglif, huruf-huruf berkembang lebih jauh lagi ke berbagai dunia khususnya kawasan dimana peradaban-peradaban lebih maju muncul seperti Phoenisia, Babylonia, Aramaik, Ibrani, Syriac, Kaldea, Nabatean, Arab dan kawasan timur tengah lainnya. Pada akhirnya 7 peradaban kuno Mediterania menyepakati bentuk 22 huruf paling dasar yang awalnya digunakan oleh Bangsa Phoenichia. Bahasa Arab dikembangkan dari akar Bahasa Phoenicia ini yang hanya mempunyai 22 huruf.

Dewasa ini, huruf Arab disusun sebagai berikut :

Huruf

Pengucapan

?

alif

?

ba

?

ta

?

tsa

?

jim

?

ha

?

kho

?

dal

?

dzal

?

ro

?

zay

?

sin

?

syin

?

sho

?

dho

?

tho

?

dzho

?

‘ain

?

ghin

?

fa

?

qof

?

kaf

?

lam

?

mim

?

nun

?

wau

?

ha

??

lam alif

?

hamzah

?

ya

Sistem Bahasa Arab saat ini berasal dari konsep bahasa Arab yang lebih modern yaitu 4 huruf dan bilangan dasar Abjad atau Alif(1), Ba(2), Jim(3), dan Dal(4). Kemudian sistem huruf Abjad tersebut berkembang sehingga akhirnya terdapat 28 huruf abjad ditambah satu huruf unifikasi Laam-Alif (? )yang kemudian menjadi huruf-huruf Arab yang lebih maju dimana berbagai pengaruh budaya kuno dari Mesir, Babylonia, Aramaik, Phoenisia, Nabatean, India, Cina dan peradaban lainnya telah berasimilasi membangun suatu sistem pengetahuan manusia sebagai caranya berkomunikasi, berbudaya dan membangun peradaban.

Huruf abjad Arab mempunyai suatu kekhususan dan keunikan, demikian juga huruf-huruf dari kawasan Timur Tengah lainnya, karena selain bermakna sebagai kaidah penyusunan kata dan bahasa, ia dapat menjadi simbol-simbol yang bersifat seni, budaya, bilangan maupun akhirnya menyangkut simbol-simbol spiritual. Bahkan sejatinya, simbolisme huruf telah merupakan suatu hasil dari olah spiritual sebagai pengetahuan tertinggi yang mensintesiskan kaidah pengenalan geometri dan bentuk, bilangan dan akhirnhya menjadi huruf, sampai manusiapun mengungkapkan berbagai cerita.

Karena dikembangkan dengan sintesis intuitif dan akal pikiran yang optimum, maka huruf-huruf Arab Hijaiah bukan sekedar huruf semata. Huruf Arab yang mempunyai ciri-ciri geometris dan simbolis dapat mempunyai makna sebagai huruf atau simbol geometris misalnya Alif adalah huruf Alif kemudian ia bisa jadi suatu garis atau suatu angka 1 sebagai kelahiran 2 titik menjadi bentuk yang dikenali yang mempunyai makna ganda karena mencakup makna geometris, nilai, dan ungkapan yang dibunyikan dengan suara menjadi “Alif” dengan susunan 3 huruf “Alif, Laam, Fa”. Sebagai contoh huruf Alif bernilai 1. Ketika dihitung berdasarkan huruf dari lafaz pengucapan ia bernilai:

Alif=1, Laam=30, Fa=80 , 1+30+80=111

Jabr Ibn Hayyan (Geber) (721-815 M)

Jabr Ibn Hayyan (Geber) (721-815 M)

Tatacara menghitung nilai huruf dalam Bahasa Arab di sebut al-Jumal atau disebut juga Gematria. Salah satu tokoh utama dalam pengembangan kaidah al-Jumal adalah alkemis muslim terkemuka yaitu Jabir Ibn Hayyan atau di Eropa dikenal sebagai Geber. Ia diakui sebagai Bapak Kimia Modern.

Komposisi Huruf Arab dalam bentuk tabel Al-Jumal berbeda dengan susunan huruf Abjad Arab dewasa ini (tabel 1). Al-Jumal huruf Arab, disusun dengan kaidah satuan, puluhan , ratusan dan seribu yaitu huruf Ghain. Susunannya merupakan susunan geometris dalam bujur sangkar 1,9,9,9 dimana kalau kita jumlahkan adalah :

1+9+9+9=28

Tabel Al-Jumal berikut merupakan susunan yang telah dimodifikasi menjadi tabel 14×2.

Al-Jumal_Arab

Huruf Laam-Alif merupakan satu huruf yang berasal dari dua huruf yaitu Alif dan Laam sebagai suatu kesatuan. Nilai unifikasi 301. Nilai ini erat kaitannya dengan Al-Jumal Alif-Qaf-Raa yang dibaca Iqra (Baca) (QS 96:1-5).

Karena itu, tabel Al-Jumal serta nilai nuemriknya erat kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan yaitu geometri, bilangan, huruf, dan multimedia yang langsung merujuk kepada kemampuan manusia mengungkapkan kenyataan hidup dengan berbicara atau berceloteh untuk bercerita.

Huruf-huruf yang berdasarkan bentuk simbolis lainnya seperti India, Cina, dan kawasan Timur lainnya diketahui memang mempunyai perkembangan yang serupa yang sebenarnya menunjukkan sumber asal dari munculnya huruf-huruf tersebut sebagai hasil perenungan yang mendalam dari para pemikir di zamannya.

Sumber : Atmonadi, “Risalah Al-Mutha’Ain” (unpublished), halaman 20-30

Huruf Laam-Alif merupakan satu huruf yang berasal dari dua huruf yaitu Alif dan Laam sebagai suatu kesatuan. Nilai unifikasi 301. Nilai ini erat kaitannya dengan Al-Jumal Alif-Qaf-Raa yang dibaca Iqra (Baca) (QS 96:1-5).

Karena itu, tabel Al-Jumal serta nilai nuemriknya erat kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan yaitu geometri, bilangan, huruf, dan multimedia yang langsung merujuk kepada kemampuan manusia mengungkapkan kenyataan hidup dengan berbicara atau berceloteh untuk bercerita.

Huruf-huruf yang berdasarkan bentuk simbolis lainnya seperti India, Cina, dan kawasan Timur lainnya diketahui memang mempunyai perkembangan yang serupa yang sebenarnya menunjukkan sumber asal dari munculnya huruf-huruf tersebut sebagai hasil perenungan yang mendalam dari para pemikir di zamannya.

Sumber : Atmonadi, “Risalah Al-Muthaain”, halaman 20-30

Posted in Metodologi.

Tagged with , , , , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

You must be logged in to post a comment.



Seluruh tulisan berada dalam naungan Creative Common License oleh Atmonadi